Efek Samping dan Reaksi Pemakaian Melia Propolis
Mungkin ada pertanyaan apakah pemakaian propolis akan
menimbulkan efek samping ? kalau yang
dimaksud adalah efek negative / buruk yang merugikan tubuh, jawabanya Tidak.
Melia Propolis sangat aman dikonsumsi karena terbuat dari bahan-bahan alami. Pada masa awal konsumsi Propolis berfungsi
untuk detoksifikasi / membuang racun yang ada di dalam tubuh, dalam proses ini
untuk kondisi tubuh yang kurang sehat akan terjadi tindak balas seolah-olah
penyakit semakin parah hal ini sebenarnya adalah proses pembersihan virus, bakteri, dan jamur yang menyebabkan
penyakit tersebut.
Kondisi ini hanya sementara dan akan segera langsung kembali
normal. Jika kondisi ini terjadi jangan berhenti menggunakan sampai benar-benar
sembuh.
Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka
proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul
tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis.
Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan
tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan
sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan
kondisi tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima
tidak akan ditemukan tindak balas apapun.
Dalam pemakaian propolis ini, kuncinya adalah konsistensi
dan jangan pernah terputus. Racun akan terbuang sendirinya melalui buang air
kecil, keringat dan buang air besar. Hebatnya, ketika terjadi proses
detoksifikasi, zat Propolis tidak merusak sel tubuh yang sehat. Selain itu,
jika kelebihan dosis tidak akan menimbulkan masalah kesehatan, hanya saja sisa
kandungan propolis yang tidak dipakai oleh tubuh akan terbuang percuma lewat
buang air kecil, dll.
Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin
terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang
diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami :
- Bersin, gatal pada hidung menunjukan : Permasalahan pada hidung, polip atau sinusitis
- Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukan : Permasalahan pada system sirkulasi darah, darah tingi
- Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan : Tekanan darah rendah, kurang darah
- Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukan : Radang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid
- Mual, sering buang air besar, muntah menunjukan : Obesitas, gangguan pada lambung
- Bengkak, gatal menunjukan : Alergi
- Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukan : Gangguan pada mata
- Mimpi buruk, gelisah, susah tidur menunjukan : Gangguan pada system syaraf dan kepala
- Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukan : Gangguan pada persendian
- Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat menunjukan : Gangguan pada pankreas, diabetes
- Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitam menunjukan : Tumor, cancer
- Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukanPermasalahan pada paru-paru, asma
- Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukan : Permasalahan Hati, limpa, pankreas
- Bengkak kaki, sakit pinggang, susah buang air kecil menunjukan : Permasalahan ginjal
- Keletihan, ngantuk menunjukan : Permasalahan pada hati
- Mual, letih, keringat dingin menunjukan : Permasalahan pada perut
- Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukan : Permasalahan pada jantung
- Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukan : Permasalahan pada kulit .


